Wednesday, January 4, 2017

10 Momen Kunci Setahun Karir Gemilang Zidane di Madrid



GoalBookie.net - Tanggal 4 Januari 2016 akan menjadi momen yang sangat dikenang oleh Zindine Zidane dan juga Real Madrid. Satu tahun silam, Madrid sepakat untuk menjalin kerjasama dengan Zidane sebagai pelatih utama klub.

Zidane ditunjuk sebagai pelatih setelah Madrid menjalani musim yang mengecewakan bersama dengan Rafael Benitez. Sempat ada keraguan yang mengiringi penunjukan Zidane. Namun, akhirnya ia mampu memberikan bukti.

Pelatih asal Prancis memang belum memberikan gelar La Liga. Tapi ia sukses besar memberikan gelar juara di Liga Champions, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub di tahun pertamanya sebagai pelatih.

Dan, berikut ini adalah momen-momen kunci karir Zidane di Madrid:



Diperkenalkan Sebagai Pelatih

Sejak awal, keputusan Madrid menunjuk Benitez memang sangat diragukan. Beberapa media di Spanyol meyakini Madrid hanya menjadikan Benitez sebagai umpan untuk segera menunjuk Zidane sebagai pelatih.

Benitez akhirnya dipecat tak sampai setahun menjadi pelatih. Pada tanggal 4 Januari, Zidane resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Madrid. Perkenalan ini dilakukan langsung oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez.


Debut Impian Zidane

Zinedine Zidane menjalani debut yang istimewa bersama Real Madrid empat hari setelah diperkenalkan sebagai pelatih.

Laga debut Zidane digelar di Santiago Bernabeu saat Madrid berjumpa dengan Deportivo La Coruna. Los Blancos sukses memenangkan laga ini dengan skor lima gol tanpa berbalas.

Lima gol ini diborong oleh dua pemain. Gareth Bale menjadi bintang dengan torehan hattrick sementara Karim Benzema mencetak brace.


Sukes Zidane menjalani debut di La Liga berulang pada laga debut di pentas Liga Champions. Kemenangan mampu dipersembahkan oleh pelatih asal Prancis ini saat berjumpa dengan AS Roma pada 17 Februari.

Hebatnya, kemenangan dengan skor 2-0 ini diraih di kandang Roma, Stadion Olimpico. Dua gol Madrid pada laga ini dicetak oleh Cristiano Ronaldo dan Jese Rodriguez.


Kekalahan Perdana

Sepuluh haru setelah menjalani debut mengesankan di Liga Champions, Zidane mengalami momen pahit dalam karirnya. Untuk pertama kali Zidane merasakan kekalahan di karir kepelatihannya pada 27 Februari.

Kekalahan ini sangat memukul Madrid, Zidane dan juga para fans mereka.

Pasalnya, kekalahan diraih Madrid atas rival sekota mereka Atletico Madrid. Apalagi kekalahan ini terjadi saat bermain di kandang sendiri, Santiaho Bernabeu. Antoine Griezmann mencetak satu-satunya gol pada laga ini.



Ketika Zidane Marah Pada Madrid

Zinedine Zidane dikenal dengan sosok yang tenang saat berada di atas lapangan. Namun, ia sempat menumpahkan kekecewaannya kepada para pemain Madrid pada 13 Maret 2016 yang lalu.

Saat itu, Madrid hanya menang tipis dengan skor 2-1 atas klub papan bawah Las Palmas.

Zidane marah dan tidak puas dengan hasil ini. Ia mengatakan bahwa Madrid tidak bisa menjadi juara jika bermain dengan cara seperti laga ini. Kemarahan Zidane kemudian berwujud positif dan penampilan Madrid semakin moncer.

Salah satunya dengan kesuksesan mengalahkan Barcelona pada 3 April dengan skor 2-1 di Camp Nou.



Comeback Super Lawan Wolfsburg

Mental Zinedine Zidane sebagai pelatih diuji saat Madrid berjumpa Wolfsburg di babak delapan besar Liga Champions. Dan, ia pun mampu melewati ujian ini dengan sangat baik.

Madrid menderita kekalahan dengan skor 2-0 pada pertandingan leg pertama di markas Wolfsburg. Hal ini membuat peluang Madrid untuk lolos menipis.

Pada 13 April 2016, Zidane membuktikan punya mentalitas sebagai pemenang. Ia sukses memimpin Madrid melakukan comeback dan meraih kemenangan dengan skor 3-0 di Bernabeu. Madrid pun lolos ke semifinal.



The Undecima

Sejarah tercipta saat Zidane belum genap enam bulan ditunjuk sebagai pelatih Madrid. Sang mantan pemain meraih sukses dengan memberikan undecima atau gelar ke-11 Liga Champions untuk Madrid.

Pada laga final, Madrid sukses mengandaskan perlawanan Atletico Madrid hingga drama adu penalti.

Sempat memimpin dari gol Sergio Ramos, Madrid harus bermain hingga babak adu penalti karena Atletico mampu menyamakan kedudukan melalui Yanick Carrasco. Tendangan penalti Cristiano Ronaldo menjadi penentu kemenangan Madrid.


Jadi Raja di Eropa

Kesuksean Zinedine Zidane dana Real Madrid tidak terbendung usai menjadi juara di Liga Champions. Ia segera mendapatkan gelar keduanya pada bulan September tahun 2016 yang lalu.

Gelar ini diraih setelah Madrid mengalahkan Sevilla di final Piala Super Eropa.

Pertandingan ini berjalan cukup dramatis bagi Madrid. Mereka sempat unggul dari gol Marco Asensio. Namun, Franco Vazquez dan Yehyen Konoplyanka membawa Sevilla berbalik unggul dengan skor 2-1.

Sergio Ramos akhirnya menghidupkan peluang juara Madrid setelah mencetak gol pada menit ke-90. Madrid akhirnya menjadi juara setelah Dani Carvajal mencetak gol pada menit ke-119.


Berseteru dengan Ronaldo

Salah satu alasan mengapa Rafael Benitez, pendahulu Zinedine Zidane sebagai pelatih Real Madrid, gagal sebagai pelatih karena tidak mampu mengendalikan Cristiano Ronaldo.

Kasus yang sama ditakutkan juga akan menimpa Zidane saat ia terlibat perseteruan dengan Ronaldo.

Hubungan Ronaldo dan Zidane memanas pada 25 September saat Madrid bermain imbang 2-2 melawan Las Palmas.

Ronaldo murka karena pada laga ini ditarik keluat oleh Zidane. Ia menunjukan kemarahan di bangku cadangan. Namun, pelatih berusia 44 tahun mampu mengendalikan kondisi ini dengan baik dan hubungannya dengan Ronaldo kembali normal.


Juara Dunia di Penghujung Tahun

Zinedine Zidane menutup tahun 2016 dengan manis. Ia sukses memberikan gelar kepada Real Madrid sebagai kado penutup tahun dengan menjuarai Piala Dunia Antarklub 2016.

Pada laga final, Madrid sukses membekuk wakil Asia, Kashima Antlers.

Yang menjadi pahlawan pada pertandingan ini adalah sang mega bintang Cristiano Ronaldo. Pemain asal Portugal mencetak hattrick dan mengantar Madrid menang dengan skor 4-2 pada perpanjangan waktu.


Catatan lain dan Rekor

Kekalahan dari Wolfsburg di Volkswagen Arena pada bulan April yang lalu merupakan kekalahan terakhir yang diderita oleh Real Madrid di bawah rezim Zinedine Zidane.

Kini, Madrid sudah mencatatkan 37 laga tanpa kalah di semua ajang kompetitif. Catatan ini terus berlanjut hingga saat ini dan merupakan rekor tanpa kalah paling lama di sejarah Madrid.

Pelatih asal Prancis secara keseluruhan telah menjalani 53 pertandingan bersama Madrid. Dengan rincian hasil: 41 kemenangan, 10 hasil imbang dan dua kali kekalahan. Rata-rata kemenangan Madrid menyentuh angka 77 persen.

* Catatan ini tidak menghitung hasil pertandingan melawan Sevilla di Copa del Rey (5/1).

Sumber : Bola.net

0 comments:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html